Hampir dua bulan setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus, pemerintah mengklaim penanganan telah memasuki fase pemulihan dan rekonstruksi. Namun, di wilayah terdampak seperti Kabupaten Manggarai Timur dan Nagekeo, kehidupan sehari-hari masih berlangsung dalam kondisi darurat. Sekolah masih menggelar kegiatan belajar mengajar di tenda dengan fasilitas minim, sementara layanan kesehatan dilakukan dari tenda darurat karena bangunan puskesmas rusak berat dan alat kesehatan hancur. Warga juga mengeluhkan lambatnya bantuan dan pembangunan hunian sementara, dengan ratusan keluarga masih mengungsi dan khawatir menghadapi musim hujan. Pemerintah berjanji memberikan bantuan tunai untuk rumah rusak, tetapi distribusi tidak merata, terutama di daerah terpencil yang terkendala akses dan verifikasi data. Hingga akhir September, baru segelintir huntara yang selesai, dan banyak pengungsi belum mendapatkan kepastian hunian layak.
'Alat kesehatan kami rusak semua' – Dua bulan pascagempa, warga NTT masih hidup dalam kondisi darurat di tengah janji pemulihan oleh pemerintah - Headline - Feedify