Wali Kota di Prancis Pilih Jadi Tameng Siswa yang Demo, Kenapa?

Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 15.33
Wali Kota di Prancis Pilih Jadi Tameng Siswa yang Demo, Kenapa?

Sumber Berita Asli

tirto.id

Baca di Website Asli ↗
Wali Kota Saint Denis, Prancis, Bally Bagayoko, menjadi sorotan setelah ikut turun ke jalan dan bertindak sebagai tameng bagi siswa SMA yang berunjuk rasa pada Selasa (6/10/2026). Video dirinya yang mencegah polisi anti huru hara mendekat ke kerumunan demonstran viral di media sosial, dan ia sempat terkena gas air mata. Bagayoko, politikus sayap kiri dari La France Insoumise, mendukung tuntutan siswa akan perbaikan kualitas pendidikan dan mendesak penarikan pasukan polisi anti huru hara serta negosiasi dengan serikat pelajar. Dukungan Bagayoko menuai kritik dari pihak berwenang dan politisi sayap kanan. Kepolisian menuduhnya berkontribusi dalam kerusuhan, dan ia dilaporkan ke kejaksaan dengan tuduhan mendorong pelanggaran hukum. Barang bukti termasuk foto dirinya di dekat tempat sampah terbakar dan menari bersama pelajar, meski Bagayoko membantah dan menyebut foto itu dimanipulasi. Siswa menyatakan Bagayoko justru berupaya menurunkan ketegangan. Aksi protes pelajar di Prancis telah berlangsung dua pekan, dipicu keluhan soal minimnya guru pengganti, fasilitas sekolah buruk, gaji guru rendah, kebijakan efisiensi anggaran, dan ketidaktransparanan platform seleksi universitas Parcoursup. Protes meluas secara nasional dan sering berujung bentrokan dengan polisi. Insiden terbaru, ledakan granat kejut yang menyebabkan tangan seorang remaja 15 tahun putus, memperbesar kemarahan dan dugaan kebrutalan polisi. Pemerintah Prancis menangguhkan sementara penggunaan granat kejut oleh polisi anti huru hara dan membuka penyelidikan atas insiden tersebut. Menteri Pendidikan Eduard Geffray melaporkan 24 sekolah rusak akibat kebakaran dan vandalisme dengan biaya perbaikan mencapai 20-30 juta euro. Politikus sayap kanan Marine Le Pen menyerukan agar biaya perbaikan dibebankan kepada demonstran yang merusak, seiring rancangan undang-undang yang tengah dibahas di parlemen.

Berita Terkait Lainnya