Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Pekanbaru, Riau, dengan kualitas udara mencapai kategori berbahaya. Konsentrasi PM2.5 tercatat 202,1 µg/m³ pada Kamis (8/10) dan sempat mencapai 251,4 µg/m³ sehari sebelumnya, sementara jarak pandang turun hingga 800 meter.
Pemerintah Kota Pekanbaru memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk PAUD hingga SMP sampai Sabtu (10/10) karena kondisi kabut asap yang masih memburuk. Keputusan ini diambil berdasarkan informasi dari BMKG dan DLHK yang menunjukkan kualitas udara sangat tidak sehat.
Lebih dari 10.000 warga Pekanbaru dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, termasuk ISPA, asma, iritasi, dan pneumonia. Pada 7 Oktober saja, tercatat 374 pasien mengalami gangguan kesehatan terkait paparan kabut asap.
PM2.5 adalah partikel halus yang dapat terhirup hingga saluran pernapasan dan berisiko tinggi bagi anak-anak, lansia, serta penderita penyakit pernapasan dan jantung.