Kanselir Jerman Friedrich Merz mengecam keras terpilihnya politikus Alternative für Deutschland (AfD) Tobias Rausch sebagai Presiden Parlemen Negara Bagian Sachsen-Anhalt. Ini menjadi pertama kalinya politikus AfD menduduki jabatan presiden parlemen negara bagian di Jerman, yang disebut Merz sebagai titik balik bersejarah dan peringatan masuknya ekstremisme ke lembaga demokrasi.
Rausch terpilih melalui pemungutan suara rahasia dengan 48 suara setuju, 29 menolak, dan 5 abstain, meskipun AfD hanya menguasai 39 kursi dan BSW 5 kursi. Kelebihan setidaknya empat suara memicu dugaan bahwa sejumlah anggota CDU pimpinan Merz ikut membantu kemenangan tersebut, meskipun CDU resmi menyarankan abstain.
Merz mengakui asal suara tambahan belum dapat dipastikan karena kerahasiaan surat suara, namun memperingatkan anggotanya yang mendukung AfD telah mengikuti permainan ekstremis. Rausch mengklaim telah berkomunikasi dengan politikus CDU menjelang pemungutan suara, menyinggung kemungkinan dukungan untuk pemilihan menteri-presiden pada Desember, namun klaim ini belum terbukti.
Ketua Fraksi CDU Sachsen-Anhalt Sven Schulze tidak dapat menjelaskan sumber suara tambahan, sementara Wakil Kanselir Lars Klingbeil mengecam terpilihnya Rausch sebagai pelanggaran tabu politik dan menuntut penjelasan dari CDU serta BSW. Kontroversi ini menempatkan Merz dalam posisi sulit antara mempertahankan kebijakan tidak bekerja sama dengan AfD dan mempertanyakan kepatuhan anggota partainya.