Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa unggahan media sosial sering tidak mencerminkan kenyataan sebenarnya, justru dapat memicu kecemasan di kalangan anak muda saat membandingkan gaya hidup—seperti memilih Porsche—dengan orang lain yang terlihat sukses. Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi menekankan pentingnya literasi digital agar pengguna lebih kritis dalam menyikap informasi dan gambaran kehidupan di internet.
Penelitian program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes menunjukkan gejala depresi tertinggi pada kelompok ibu hamil/ibu nifas serta remaja/sekolah, namun akses pengobatan masih terbatas, hanya 12,7 persen dari sekitar 3 juta penderita depresi yang menerima pengobatan, dengan beban tertinggi pada usia 15–24 tahun.
Kemenkes juga mengadvokasi pemeriksaan kesehatan mental berkala serta edukasi penggunaan media sosial yang bijak, agar masyarakat lebih mampu membedakan settingan dari realita dan menerima kondisi hidup tanpa perbandingan yang terus-menerus, untuk mencegah perturbasi psikologis yang lebih parah.