Dalam Islam, makan bukan sekadar memuaskan kebutuhan jasmani, tetapi juga bentuk ibadah dan pengingat terhadap Tuhan. Menjaga adab makan sesuai sunah Rasulullah SAW, mulai dari menyebut nama Allah hingga menggunakan tangan kanan, merupakan cara mensyukuri nikmat dan membentuk akhlak yang sholeh. Tuntunan ini sangat penting diajarkan kepada anak-anak sejak dini, karena kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari dapat membentuk karakter hingga dewasa. Ustaz Abu Ihsan Al-Atsaary menjelaskan bahwa hadis mengenai makan dengan tangan kanan dan menyebut nama Allah menjadi dasar praktik spirituel dalam aktivitas sehari-hui.
Adab makan pertama yang diajarkan adalah makan menggunakan tangan kanan, yang diibaratkan sebagai tangan yang dicadangkan untuk kebaikan dan aktivitas suci, sementara tangan kiri biasanya digunakan untuk membersihkan diri. Tuntunan ini bukan sekadar tata krama, tetapi juga menyiratkan kesadaran akan kebersihan dan disiplin dalam menjalankan perintah agama. Melalui pemahaman dan penerapan these hadis, para Muslim dapat mengubah aktivitas sehari-hari menjadi momen ibadah yang berkah.
Selain menyebut Bismillah dan makan dengan tangan kanan, sunah Rasulullah SAW juga mengajarkan untuk makan makanan yang berada di dekat seseorang. Triplet adab ini—mengucapkan nama Allah, menggunakan tangan kanan, dan memakan yang dekat—menjadi pedoman utuh untuk umat Islam dalam menjalani kehidupan sehat dan berpihak pada agama.