Memahami kesehatan mental sering kali sulit karena gejalanya tidak terlihat langsung, seperti kecemasan berlebihan, sulit berkonsentrasi, perubahan suasana hati, dan gangguan tidur. Gejala ini kerap dianggap biasa, padahal jika berlanjut dan mengganggu aktivitas perlu perhatian lebih lanjut.
Salah satu teknologi untuk membantu memahami aktivitas otak adalah quantitative electroencephalography (qEEG) atau pemetaan otak. Pemeriksaan ini merekam aktivitas listrik otak melalui sensor yang ditempelkan di kulit kepala.
Dokter spesialis neurologi, dr. Oktaviana Niken P., menjelaskan qEEG membuat 'peta' aktivitas listrik otak yang dibandingkan dengan pola otak orang pada umumnya, sehingga dapat melihat area mana yang polanya berbeda.
Pemeriksaan dilakukan dengan pasien duduk tenang selama beberapa menit, mata terbuka atau tertutup. Data diolah komputer dan dibandingkan dengan basis data normatif untuk membantu dokter mengidentifikasi pola berbeda sebagai bahan pertimbangan pemeriksaan lanjutan.