Stroke dapat terjadi saat tidur, dikenal sebagai wake-up stroke, di mana penderitanya baru menyadari gejala setelah bangun seperti wajah tidak simetris, tubuh melemah, atau kesulitan berbicara. Kondisi ini berisiko karena waktu terjadinya stroke tidak diketahui secara pasti, padahal penanganan medis darurat sangat bergantung pada waktu sejak gejala muncul, misalnya terapi pelarut bekuan darah yang idealnya diberikan dalam 4,5 jam. Faktor risiko stroke saat tidur meliputi hipertensi, diabetes, penyakit jantung, gangguan irama jantung, kolesterol tinggi, riwayat stroke, merokok, kurang aktivitas fisik, dan sleep apnea. Gejala yang perlu diwaspadai termasuk wajah tidak simetris, kelemahan satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, pusing, kebingungan, dan sakit kepala hebat mendadak; satu gejala yang muncul tiba-tiba sudah cukup untuk segera mencari pertolongan medis.