Studi terbaru yang diterbitkan dalam *Journal of Affective Disorders* menunjukkan bahwa anak-anak dengan kebugaran fisik yang baik, terutama kebugaran kardiorespirasi, berpotensi memiliki risiko depresi yang lebih rendah saat dewasa. Penelitian yang melacak lebih dari seribu peserta dari masa kanak-kanak hingga usia 40-an menemukan bahwa aktivitas fisik yang membuat bernapas cepat dan terengah-engah berkaitan erat dengan kesehatan mental jangka panjang, berbeda dengan kekuatan otot yang tidak menunjukkan hubungan yang jelas. Hasil penelitian menegaskan bahwa perempuan dengan kebugaran kardiorespirasi yang lebih baik saat kecil memiliki risiko depresi hingga 20 persen lebih rendah, sedangkan laki-laki melihat penurunan sekitar 11 persen saat mencapai usia 36 hingga 49 tahun. Para peneliti, termasuk Grant Tomkinson dari Adelaide University, menyarankan bahwa kebugaran fisik merupakan faktor yang dapat ditingkatkan sejak dini untuk mendukung kesehatan mental dan mencegah depresi di masa depan.