Workshop Batik Betawi Terogong di Cilandak, Jakarta, memamerkan koleksi batik dengan motif khas yang mengangkat ikon-ikon Betawi seperti ondel-ondel, Monas, tanjidor, serta flora khas seperti daun semanggi dan buah cermai. Melalui foto-foto kegiatan pada Jumat (2/10/2026), terlihat para perajin mempertahankan teknik membatik manual menggunakan canting yang membutuhkan ketelitian tinggi dalam proses malam dan pewarnaan.
Motif-motif yang dikembangkan tidak hanya menampilkan simbol perkotaan, tetapi juga menceritakan sejarah dan kehidupan masyarakat Betawi, mencakup Patung Pancoran, Gerbang Amsterdam, kendaraan tempo dulu, hingga kesenian seperti pencak silat dan salak Condet. Perpaduan ini menjadikan setiap lembar kain sebagai media pembelajaran budaya sekaligus identitas Jakarta.
Batik Betawi Terogong didirikan pada 2012 oleh keluarga Betawi sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi membatik yang sempat merosot akibat modernisasi. Pemiliknya, Siti Laela, menekankan bahwa pelestarian bukan hanya soal teknik, tetapi juga pengembangan motif kontemporer dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.
Saat ini, workshop ini berperan aktif dalam memperkenalkan batik kepada generasi muda agar kain tradisional ini tetap relevan dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekadar produk budaya yang tertinggal zaman.