Sebuah penelitian dari Binghamton University mengungkap perbedaan pola perhatian pada anak yang berisiko mengalami depresi. Anak dengan risiko depresi cenderung lebih fokus memerhatikan ekspresi wajah sedih orang lain. Sebaliknya, anak dengan risiko rendah justru mulai mengabaikan wajah bahagia. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana proses kognitif dan perhatian berperan dalam perkembangan depresi sejak dini.