Kekurangan waktu tidur yang berlangsung terus-menerus dapat menumpuk dan dikenal sebagai sleep debt atau utang tidur. Kondisi ini terjadi ketika seseorang tidur lebih sedikit dari kebutuhan ideal orang dewasa, yakni 7–9 jam setiap malam.
Utang tidur bukan sekadar membuat tubuh lelah, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan. Dampaknya meliputi gangguan metabolisme dan berat badan, peningkatan risiko diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penurunan daya ingat, hingga menurunnya suasana hati.
Kabar baiknya, tubuh masih bisa memulihkan utang tidur jangka pendek dengan tidur lebih lama di hari berikutnya atau akhir pekan. Namun, fungsi kognitif tidak selalu langsung kembali normal dan butuh beberapa hari untuk pemulihan optimal.
Sementara itu, utang tidur jangka panjang membutuhkan waktu dan perubahan kebiasaan yang konsisten. Tidur tambahan sesekali tidak dapat sepenuhnya menggantikan pentingnya memiliki pola tidur yang teratur setiap hari.