BPBD Kabupaten Kulon Progo mencatat lonjakan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) pada tahun 2026 mencapai 66 kejadian. Angka ini jauh melonjak dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat lima kejadian akibat kemarau basah. Kenaikan ini diprediksi disebabkan oleh kondisi kemarau yang kering dan faktor manusia seperti pembuangan puntung rokok serta pembakaran sampah yang tidak diawasi. Pemadam kebakaran harus menggunakan metode manual untuk memadamkan api di area perbukitan seperti Pendoworejo dan Girimulyo yang sulit dijangkau kendaraan.