Merencanakan kematian sering diabaikan meskipun merupakan kepastian. Survei Singapore Management University 2025 menemukan lebih dari separuh warga Singapura belum pernah membicarakan atau menuliskan keinginan terakhir mereka, karena kematian masih dianggap topik tabu dalam masyarakat Asia. Perencanaan kematian sejak dini dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, baik secara praktis maupun emosional.
Artikel ini menyajikan 25 hal yang perlu dipersiapkan sebelum meninggal, mulai dari urusan pemakaman seperti potret duka dan ritual terakhir, wasiat termasuk penetapan wali dan trust, hingga daftar aset seperti rekening bank dan akun cryptocurrency. Selain itu, penting juga mencatat utang, langganan, dan keanggotaan yang perlu diselesaikan atau dibatalkan.
Aspek kehidupan digital juga tak kalah penting, seperti memberikan akses ke ponsel, akun cloud, email, dan media sosial, serta instruksi mengenai pengelolaannya setelah meninggal. Dokumen penting, kunci, dan pesan untuk orang tersayang juga perlu disiapkan.
Preferensi menjelang akhir hayat seperti Lasting Power of Attorney, Advance Care Planning, dan Advance Medical Directive dapat mengurangi ketidakpastian. Waktu terbaik untuk memulai perencanaan adalah sekarang, dan tidak perlu menyelesaikan semuanya sekaligus.