Penggunaan Continuous Glucose Monitor (CGM) kini menjadi tren di kalangan orang non-diabetes yang ingin memantau respons gula darah terhadap makanan dan gaya hidup. Para pakar kesehatan menilai perangkat ini dapat memberikan wawasan berharga untuk optimasi diet dan performa, namun menekankan bahwa data mentah tanpa interpretasi medis berpotensi menimbulkan kecemasan berlebihan.
Studi dan opini ahli menunjukkan tidak ada bukti kuat bahwa pemantauan rutinitas gula darah pada individu sehat mencegah penyakit metabolik secara signifikan dibandingkan gaya hidup sehat konvensional. Pakar justru mengkhawatirkan munculnya 'glucose anxiety' atau orthorexia akibat terlalu fokus pada fluktuasi normal gula darah.
Biaya perangkat dan sensor yang relatif mahal serta belum tersedianya rekomendasi resmi dari organisasi kesehatan besar untuk populasi umum menjadi pertimbangan utama. Dokter menyarankan prioritas pada pemeriksaan rutin standar seperti HbA1c atau gula darah puasa yang lebih terjangkau dan terstandarisasi.
Kesimpulan para pakar: CGM bermanfaat bagi kelompok spesifik seperti prediabetes, atlet elit, atau ibu hamil dengan risiko tinggi, namun tidak direkomendasikan sebagai alat *wellness* wajib untuk masyarakat umum sehat.