Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Ahmad Yani, memaparkan strategi untuk meningkatkan kapasitas produksi panas bumi hingga 1 Gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034.
Akselerasi ini dilakukan melalui pengembangan sejumlah pembangkit seperti PLTP Ulubelu, Lahendong, dan Tanjung Balai, serta eksplorasi potensi baru di Cubadak Panti.
Selain listrik, PGE juga mengembangkan bisnis 'beyond electricity' mencakup green hydrogen, green data center, dan pasar karbon agar proyek lebih bankable dan menarik investasi.
Sebagai langkah konkret, PGE menargetkan produksi 100 kilogram hidrogen hijau per hari dari PLTP Ulubelu yang direncanakan terealisasi pada November 2026.