Indonesia dan Australia berkolaborasi mengembangkan teknologi budidaya perikanan, khususnya mini Recirculating Aquaculture System (RAS), untuk menjaga ketahanan pangan kedua negara.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana menerapkan 40.000 unit mini-RAS di ratusan desa perikanan potensial di Indonesia, dengan fokus awal pada komoditas nila dan lele.
Menteri Trenggono menegaskan kerja sama ini tidak hanya bertujuan meningkatkan investasi dan produksi, tetapi juga memberdayakan masyarakat, transfer teknologi, dan menjaga keberlanjutan ekosistem.
Duta Besar Australia Rod Brazier berharap kedua negara dapat saling bertukar pengetahuan dan memanfaatkan kekuatan masing-masing untuk membangun ekosistem budidaya serta ketahanan pangan secara bersama-sama.