Pertumbuhan ekonomi Australia secara tak terduga meningkat pada kuartal kedua, memperkuat alasan bagi bank sentral Reserve Bank of Australia (RBA) untuk kembali menaikkan suku bunga di tengah inflasi yang masih bertahan tinggi.
Produk Domestik Bruto (PDB) Australia tumbuh 0,4% pada tiga bulan hingga Juni, melampaui perkiraan 0,3%. Secara tahunan, ekonomi tumbuh 2,1%, lebih tinggi dari estimasi median sebesar 1,8%.
Kondisi ini mengindikasikan perekonomian berisiko tidak melambat cukup cepat bagi RBA untuk mencapai target inflasinya, membuat ekonom memperkirakan kenaikan suku bunga akan terjadi pada September atau November.
Pasca rilis data, dolar Australia bergerak fluktuatif di kisaran 71 sen AS, sementara imbal hasil surat utang pemerintah tenor tiga tahun naik 11 basis poin menjadi 4,83% seiring investor meningkatkan ekspektasi siklus pengetatan moneter akan berlanjut hingga tahun depan.