PT Telkom Indonesia berencana mengalokasikan sekitar 18-20 persen dari total pendapatannya pada 2026 untuk investasi infrastruktur digital. Langkah ini diambil menyikapi proyeksi nilai ekonomi digital yang diperkirakan menembus 360 miliar dolar AS pada 2030.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menjelaskan bahwa jika pendapatan mencapai Rp150 triliun, maka sekitar 20 persennya akan dijadikan modal. Investasi tersebut difokuskan untuk membangun jaringan seluler Telkomsel, jaringan fiber dalam dan luar negeri, kabel bawah laut, menara, hingga pusat data.
Perlunya investasi masif ini juga didorong oleh pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang meningkatkan kebutuhan bandwidth hingga 10 kali lipat. Bahkan, kapasitas kabel bawah laut Singapura-Amerika Serikat yang baru dirampungkan pada 2025 sudah menipis dalam waktu kurang dari satu tahun.
Melalui forum Bali Annual Telkom Internasional Conference (Batic) 2026, Telkom menekankan kolaborasi dengan operator global guna memenuhi tingginya permintaan pasar. Forum tahunan ini dihadiri sekitar 2.700 orang dari 67 negara dan menargetkan ribuan pertemuan bisnis.