Pemerintah membutuhkan investasi sekitar Rp135 triliun untuk membangun 14 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 5,3 GWp sebagai tahap awal dari program PLTS 100 GWp. Presiden Prabowo Subianto menargetkan megaproyek ini dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga tahun.
Presiden Prabowo beserta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan pejabat terkait lainnya melakukan peninjauan langsung PLTS Gilimanuk di Bali untuk mendengarkan rencana pengembangan program tersebut. Tahap awal ini diproyeksikan dapat menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp4,6 triliun per tahun.
Pembangunan PLTS ini akan memanfaatkan lahan darat, waduk, serta atap bangunan rumah dan industri. Inisiatif ini bertujuan untuk mengeliminasi penggunaan pembangkit diesel, memperluas akses listrik desa, serta mendukung ekosistem kendaraan listrik dan kompor induksi.
Secara keseluruhan, program PLTS 100 GWp membutuhkan investasi total Rp1.140 triliun dengan potensi efisiensi subsidi listrik mencapai Rp73,9 triliun per tahun. Khusus untuk wilayah Bali, pemerintah menargetkan kapasitas PLTS mencapai sekitar 1 GWp.