DPD ASITA Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta pemerintah memastikan keamanan serta memperbaiki infrastruktur destinasi wisata pasca-gempa M7,7 di Flores. Hal ini dianggap krusial sebelum pelaku usaha kembali mempromosikan kunjungan wisatawan.
Ketua DPD ASITA NTT, Oyan Kristian, menekankan perlunya pernyataan resmi (statement letter) dari otoritas terkait sebagai legitimasi bahwa destinasi sudah aman dan siap dikunjungi. Surat ini akan menjadi pegangan bagi agen perjalanan dan media untuk menyebarkan informasi yang valid.
Berdasarkan laporan BPO-LBF, tercatat 11 daya tarik wisata masih ditutup sementara, tujuh mengalami kerusakan ringan, dua rusak berat, dan tujuh lainnya telah kembali dibuka pasca-gempa.
Sebagai indikator pemulihan aksesibilitas pariwisata, enam bandara di Flores telah kembali dibuka dan beroperasi normal.