Pemerintah mengakui sektor swasta masih menghadapi berbagai hambatan atau 'bottleneck' yang menghambat investasi. Untuk mengatasi ini, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo turun langsung membantu Menko Airlangga Hartarto membereskan kendala yang dikeluhkan pelaku usaha. Dradjad menjelaskan hambatan tersebut meliputi perizinan yang berbelit, ketidaksinkronan kebijakan, serta koordinasi lintas kementerian. Pemerintah sedang memetakan sektor-sektor yang paling terdampak dan berupaya mengurangi beban bagi swasta agar peran mereka optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Penguatan sektor swasta menjadi prioritas karena pemerintah tidak dapat sepenuhnya mengandalkan belanja negara. Selain mengurai hambatan investasi, pemerintah juga mengidentifikasi sektor potensial baru seperti pariwisata dan industri pengolahan untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di luar fokus investasi, Dradjad juga mendapat tugas memperkuat ekonomi rakyat desil rendah dan menengah. Upaya ini melibatkan pemberdayaan usaha berkelanjutan dan penguatan akses pembiayaan, termasuk melalui program Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS), agar masyarakat mampu menciptakan sumber penghasilan yang stabil.