Peternak Telur Menjerit, Kandang Banyak Kosong Gara-gara Harga Anjlok

Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 07.40
Peternak Telur Menjerit, Kandang Banyak Kosong Gara-gara Harga Anjlok

Sumber Berita Asli

CNN Indonesia | Berita Terbaru, Terkini Indonesia, Dunia

Baca di Website Asli ↗
Peternak ayam petelur mengeluhkan harga telur yang terus merosot jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp26.500 per kg, dengan harga di tingkat peternak hanya Rp19.000-Rp20.000 per kg dan sempat menyentuh Rp17.100 per kg pada Juni. Kondisi ini diperparah oleh kenaikan biaya pakan, terutama jagung yang semakin sulit diperoleh dengan harga terjangkau, sehingga peternak mengalami kerugian Rp5.000-Rp7.000 per kg setiap hari. Akibatnya, sebagian peternak mengurangi bahkan menghentikan aktivitas kandang karena tidak sanggup membeli pakan, dan kandang mulai banyak yang kosong. Seorang peternak mengaku menjual ayam hanya dengan harga Rp20.000 karena daripada terus memberi pakan yang mahal. Telur yang dihasilkan juga sulit terserap pasar, bahkan sebagian telur di Kalimantan terpaksa dibuang karena tidak ada pembeli. Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi IV DPR RI, peternak meminta pemerintah memasukkan telur ke dalam program bantuan pangan agar produksi yang tidak terserap pasar dapat dimanfaatkan. Mereka juga mengeluhkan pasokan jagung dari Perum Bulog yang tersendat, yang sebelumnya sangat membantu peternak bertahan. Seorang peternak perempuan dari Blitar bahkan menangis saat menyampaikan penderitaan yang dialami. Peternak memperkirakan membutuhkan sekitar 223 ribu ton jagung dalam lima bulan ke depan hingga Februari, dan kebutuhan ini diperkirakan meningkat di tengah ancaman kemarau panjang serta El Nino. Mereka berharap pemerintah segera memberikan solusi agar peternak rakyat tidak terus merugi dan dapat mempertahankan usaha sekaligus menjaga ketersediaan telur bagi masyarakat.

Berita Terkait Lainnya