Subsidi BBM Jadi Penyebab Transisi Energi Terhambat, Kok Bisa?

Sabtu, 3 Oktober 2026 pukul 08.13
Subsidi BBM Jadi Penyebab Transisi Energi Terhambat, Kok Bisa?

Sumber Berita Asli

Uzone | Informasi Teknologi Terkini

Baca di Website Asli ↗
Subsidi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia dinilai menghambat transisi ke energi bersih karena membuat harga energi fosil tampak lebih murah daripada biaya produksi sebenarnya. Contohnya, Pertalite dijual sekitar Rp10.000 per liter, sementara biaya produksinya mencapai Rp16.100 per liter, dengan selisih ditanggung subsidi negara. Hal ini mengurangi insentif masyarakat dan pelaku usaha untuk beralih ke energi terbarukan atau kendaraan listrik. Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyerukan penataan ulang subsidi energi melalui penyesuaian besaran (right sizing) dan pengetatan sasaran (right targeting). Langkah ini diharapkan menghemat anggaran negara yang dapat dialokasikan untuk mendanai transisi energi terbarukan. Menurutnya, subsidi yang tepat sasaran juga akan menciptakan struktur harga energi yang transparan dan mencerminkan biaya sebenarnya. Indonesia membutuhkan investasi hingga 180 miliar dolar AS hingga 2034 untuk membangun infrastruktur energi terbarukan. Saat ini, porsi bauran energi terbarukan baru sekitar 17 persen, dengan target meningkat menjadi hampir 30 persen pada 2034 dan sekitar 40 persen pada 2040. Penataan subsidi BBM menjadi kunci untuk menciptakan ruang fiskal yang mendukung pencapaian target tersebut.

Berita Terkait Lainnya