Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan bahwa stok beras nasional telah mencapai 5,3 juta ton. Menurutnya, pencapaian ini membuat rencana perluasan lahan sawah seluas 2-3 juta hektare yang diumumkan dua tahun lalu tidak lagi diperlukan. Pemerintah sebelumnya menyiapkan perluasan tersebut untuk mendukung kebutuhan pangan nasional, namun rencana itu dinilai sudah tidak relevan karena swasembada beras tercapai lebih cepat dari target 2029. Hashim menilai Kementerian Pertanian berhasil melaksanakan program tersebut tiga tahun lebih awal.