Peternak ayam petelur yang tergabung dalam Asosiasi Peternak Ayam Petelur Rakyat menggelar aksi di depan Gedung DPR RI pada Rabu (7/10/2026) untuk menyampaikan keluhan terkait harga telur di tingkat peternak yang terus merosot. Mereka mengaku mengalami kerugian sekitar Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram akibat tingginya biaya produksi, terutama kenaikan harga pakan, jagung, dan bungkil kedelai.
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto menemui massa aksi dan menyatakan keprihatinannya. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan Menteri Pertanian, Kepala Badan Pangan Nasional, dan Dirut Bulog untuk mencari solusi terkait ketersediaan serta harga jagung bagi peternak.
Titiek juga menekankan perlunya mekanisme penyerapan telur saat produksi melimpah agar harga di tingkat peternak tidak jatuh. Menurutnya, penyerapan produksi telur dapat dikaitkan dengan program pemerintah yang membutuhkan komoditas tersebut, sehingga peternak tetap memiliki pasar.
Komisi IV DPR RI menilai persoalan perunggasan perlu ditangani secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan dan harga jagung, biaya pakan, harga telur di tingkat peternak, hingga penyerapan hasil produksi.