Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp17.642 per dolar AS pada perdagangan Jumat (4/9) sore, naik 37 poin atau 0,21 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Penguatan rupiah sejalan dengan sejumlah mata uang Asia lain seperti yuan China yang naik 0,10 persen dan won Korea Selatan yang terapresiasi 0,30 persen. Sementara itu, peso Filipina, ringgit Malaysia, dolar Singapura, yen Jepang, dan dolar Hong Kong justru melemah.
Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan rupiah terjadi seiring pelemahan dolar AS. Pelemahan dolar dipicu berkurangnya ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed bulan ini menyusul komentar bernada dovish dari pejabat The Fed.
Dari sisi domestik, sentimen positif datang dari pernyataan Gubernur Bank Indonesia Damayanti yang menilai inflasi dalam negeri masih terkendali. Ia juga menyerukan penguatan sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan ekonom untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.