Laporan Goldman Sachs Group Inc. mengungkapkan bahwa aliran minyak mentah dan produk olahan melintasi Selat Hormuz telah pulih hingga 66% dari tingkat pra-perang. Pemulihan ini menjelaskan teka-teki merosotnya harga minyak dunia di tengah konflik yang masih berlangsung.
Volume ekspor yang melintasi jalur strategis tersebut kini merangkak naik ke angka 15-16 juta barel per hari. Angka ini melonjak signifikan dari titik terendahnya sebesar 5-6 juta barel per hari pada Maret 2026 lalu.
Pemulihan arus energi ini berhasil menahan lonjakan harga minyak mentah global. Harga yang sebelumnya sempat menembus di atas USD120 per barel pada April 2026, kini melandai ke kisaran USD89 per barel.