Anggota DPRD Gorontalo Utara, Fitri Yusup Husain, mendorong agar cabai rawit dimasukkan ke dalam program pasar murah. Hal ini menyusul lonjakan harga komoditas tersebut yang kini menembus Rp140.000 per kilogram.
Fitri menyebut harga yang sangat tinggi ini banyak dikeluhkan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner. Ia mengkhawatirkan kenaikan ini dapat memicu laju inflasi di daerah jika tidak segera diantisipasi pemerintah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Gorontalo Utara, Ajuba Thalib, menjelaskan bahwa musim kemarau menjadi pemicu utama meroketnya harga cabai rawit. Pasokan menurun drastis akibat cuaca panas, sementara permintaan pasar tetap tinggi.
Sebaliknya, harga komoditas lain seperti tomat justru anjlok dari Rp10.000 menjadi Rp5.000 per kilogram. Pihaknya pun mendukung usulan cabai rawit untuk disiapkan pada operasi pasar murah agar harganya terjangkau bagi masyarakat.