Dana Moneter Internasional (IMF) mengingatkan ekonomi global untuk menjaga tingkat utang dan defisit tetap terkendali di tengah krisis energi yang belum usai. Managing Director IMF Kristalina Georgieva menilai perekonomian global saat ini mampu bertahan dari tekanan krisis energi berkat penggunaan cadangan minyak, peningkatan energi terbarukan, hingga lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI).
Namun, IMF memeringatkan risiko tingginya utang, inflasi yang sulit turun, serta ketegangan perdagangan yang berpotensi mengancam prospek ekonomi global ke arah negatif. Kenaikan harga minyak juga dapat memicu kebijakan moneter ketat yang berujung pada meningkatnya biaya pembayaran utang dan tertekannya aktivitas ekonomi.
Menyikapi kondisi tersebut, IMF telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini ke level 3 persen dan dijadwalkan akan memperbarui proyeksi tersebut pada Oktober 2026.