Cili mencatatkan produksi tembaga terendah dalam lebih dari 15 tahun pada Agustus, memperburuk penurunan pasokan dari negara penghasil terbesar logam tersebut. Kondisi ini memperketat pasar global dan mendorong harga tembaga ke rekor tertinggi.
Penurunan ini menambah kesulitan sektor pertambangan Cili sepanjang tahun, yang sudah menghadapi berbagai hambatan. Cuaca musim dingin ekstrem dan gangguan operasional pelabuhan menghambat aktivitas pada Agustus, setelah badai melanda sejumlah tambang di wilayah utara pada Juli.
Situasi ini menyoroti kerentanan rantai pasok tembaga global dan berpotensi berdampak pada industri yang bergantung pada logam tersebut. Pasar tembaga yang semakin ketat dapat memicu volatilitas harga lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.