Harga cabai di pasar tradisional Sumatra Utara masih mahal pada Kamis (1/10), dengan cabai rawit mencapai Rp100 ribu per kg, cabai merah Rp85-90 ribu per kg, cabai hijau Rp60 ribu per kg, dan cabai caplak Rp95 ribu per kg. Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin menyebut kenaikan disebabkan oleh peralihan permintaan dari cabai merah, curah hujan tinggi yang mengganggu produksi dan distribusi, serta berkurangnya pasokan karena daerah sentra telah melewati masa panen. Kondisi ini berpotensi menekan daya beli masyarakat dan memukul usaha kuliner, termasuk yang sudah mapan, karena harus menghadapi kenaikan harga cabai di tengah mahalnya harga daging ayam. Gunawan memperkirakan tekanan harga akan berlanjut jika pasokan baru tidak mampu mengimbangi kebutuhan pasar, dan cabai mulai menebar ancaman inflasi pada awal Oktober 2026.