Destry Damayanti resmi dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031 dengan menetapkan stabilitas ekonomi sebagai prioritas utama pada awal jabatannya. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi tingginya ketidakpastian ekonomi global atau situasi 'higher for longer' yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional.
Meski fokus pada stabilitas, Destry menegaskan BI akan mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan yang mencakup tiga pilar utama: moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, untuk terus menopang sektor riil.
Sektor makroprudensial akan diandalkan sebagai instrumen kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui instrumen ini, BI akan terus memberikan insentif kepada perbankan agar menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas.