Bank Indonesia (BI) menyiapkan strategi mitigasi domestik untuk menghadapi lonjakan imbal hasil (yield) obligasi global yang berpotensi menekan perekonomian Indonesia.
Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan bahwa kondisi moneter global saat ini masih berada dalam fase suku bunga tinggi dalam jangka panjang (higher for longer), diiringi dengan tingginya inflasi di negara-negara maju.
BI akan menjadikan dinamika ekonomi global tersebut sebagai pertimbangan utama dalam merumuskan kebijakan moneter domestik guna menjaga stabilitas ekonomi nasional dari ketidakpastian pasar keuangan internasional.