Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan penjelasan terkait perbedaan data kemiskinan yang mereka rilis dibandingkan dengan hasil dari Bank Dunia. Perbedaan ini kerap menjadi sorotan mengingat kedua lembaga tersebut sama-sama menjadi rujukan dalam mengukur tingkat kemiskinan.
Menurut BPS, angka kemiskinan dari kedua lembaga tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung. Hal ini dikarenakan BPS dan Bank Dunia menggunakan standar atau garis kemiskinan yang berbeda dalam proses pengukurannya.
Selain perbedaan standar pengukuran, penyusunan data tersebut juga ditujukan untuk kebutuhan yang berbeda. BPS menggunakan standar yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan domestik, sedangkan Bank Dunia menggunakan standar internasional untuk perbandingan lintas negara.
Penjelasan ini diharapkan dapat menghindari kesalahpahaman publik terkait angka kemiskinan, serta memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai metodologi yang digunakan oleh masing-masing lembaga statistik.