Chevron Corp berencana menginvestasikan dana sebesar US$7 miliar atau setara Rp124,27 triliun selama lima tahun ke depan guna melipatgandakan produksi minyaknya di Venezuela.
Langkah ini menjadi komitmen finansial terbesar sejauh ini dalam upaya yang dipimpin pemerintah AS untuk menghidupkan kembali industri minyak negara Amerika Latin tersebut.
Perusahaan minyak yang berbasis di Houston ini telah memenangkan hak untuk mengembangkan dua ladang minyak raksasa, yakni Carabobo 1 dan Carabobo-2-South-A, di kawasan produktif Orinoco Belt.
CEO Chevron, Mike Wirth, menyatakan bahwa investasi ini bertujuan untuk membangun posisi yang kuat di wilayah yang dianggap memiliki geologi terbaik dengan cadangan sumber daya minyak mencapai miliaran barel.