Tren baru muncul di kalangan orang tua yang kini mengajarkan anak-anaknya berinvestasi saham sejak usia remaja. Contohnya adalah Ian Martin yang memulai investasi pada usia 14 tahun dengan membeli saham perusahaan favoritnya seperti Nike, Starbucks, dan Tesla. Orang tuanya membuka rekening pialang kustodian yang ia isi dengan US$800 dari uang hadiah Natal dan ulang tahun. Kedua orang tua Ian sendiri baru mulai memperhatikan penganggaran dan investasi ketika menginjak usia 30-an, sehingga mereka ingin anaknya belajar dari kesalahan mereka. 'Kami ingin Ian memiliki fondasi yang kuat dan memanfaatkan hal luar biasa yang disebut waktu,' ujar ayahnya, Aaron. Ian pun menikmati aktivitas tersebut, ia aktif mencari perusahaan berpotensi dan memantau hasil investasinya. Kini, di usia 19 tahun, Ian mengambil jurusan keuangan di University of North Carolina, Greensboro.