Rupiah di pasar spot diprediksi masih berpotensi melanjutkan pelemahan, menyusul kenaikan harga minyak mentah dan ketidakpastian geopolitik yang memicu kekhawatiran berlanjutnya gangguan pasokan energi. Dari dalam negeri, belum ada katalis yang mampu mengimbangi tekanan eksternal tersebut. Pagi ini, Kamis (3/9/2026), rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) melemah 0,32% ke Rp17.807/US$ pada pukul 06.20 WIB. Harga minyak Brent naik 1,04% ke US$95,63 per barel dan indeks dolar AS juga menguat, sehingga kombinasi ini menekan pergerakan mata uang Asia. Namun, pergerakan rupiah offshore relatif stabil di kisaran Rp17.700/US$ setelah kemarin sempat menyentuh Rp17.800/US$, sehingga pelemahan rupiah di pasar spot hari ini diperkirakan lebih terbatas. Sebagai informasi, rupiah sempat bergerak di rentang Rp17.693-18.188/US$ sejak Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan secara kumulatif sebesar 100 basis poin (bps) sepanjang Mei-Juni.