Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mengungkapkan faktor penyebab industri alas kaki dalam negeri mengalami kontraksi per Agustus 2026, menjadikannya satu-satunya subsektor di bawah Direktorat Jenderal IKFT yang menyusut.
Ketua Dewan Pembina Aprisindo Eddy Widjanarko menyebutkan bahwa pabrik sepatu di Indonesia tengah menghadapi kesulitan arus kas operasional dan tren suku bunga yang tinggi.
Selain itu, margin keuntungan perusahaan terus terkikis akibat pelemahan permintaan dari faktor ekonomi global, serta dibarengi belum dibayarkannya restitusi pajak oleh pemerintah.
Eddy memperingatkan bahwa banyak perusahaan mengalami kerugian dan berpotensi menutup pabrik jika tidak ada kepastian hukum dalam berusaha di Indonesia.