Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi bulanan (mtm) pada Agustus 2026 mencapai 0,21%, sedikit lebih tinggi dari proyeksi konsensus Bloomberg sebesar 0,2%.
Peningkatan ini terutama dipicu oleh komponen harga bergejolak yang mengalami inflasi 0,88%, dengan komoditas dominan penyumbangnya adalah daging ayam ras, cabai rawit, dan beras.
Sementara itu, komponen inti mencatat inflasi 0,21% (berkontribusi 0,13%) yang dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan, oli mesin, telepon seluler, serta biaya kuliah.
Sebaliknya, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0,33% atau menyumbang deflasi total sebesar 0,07%.