BPS melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Juli 2026 mencapai US$26,2 miliar, naik 6,05% secara tahunan (yoy). Angka ini berhasil melampaui proyeksi konsensus Bloomberg yang memperkirakan pertumbuhan hanya sekitar 3,2%.
Meski melampaui ekspektasi, kinerja ekspor Juli ini tercatat lebih rendah dibandingkan bulan Juni 2026 yang sebelumnya tumbuh 8,84%.
Deputi BPS Ateng Hartono menyebutkan kenaikan ini terutama dipicu oleh ekspor non-migas yang naik 6,84% menjadi US$25,45 miliar. Sebaliknya, ekspor migas turun 14,58% ke angka US$790 juta.
Komoditas bahan bakar mineral menjadi kontributor utama dengan lonjakan sebesar 34,86%, menyumbang 3,41% terhadap total kenaikan ekspor nasional.