Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lonjakan penumpang yang signifikan pada layanan KA Purwojaya. Jumlah penumpang naik 84,55 persen mencapai 408.961 orang pada periode Januari hingga September 2026. Lonjakan ini terutama berasal dari koridor Cilacap dan wilayah sekitarnya yang semakin banyak bergerak menuju ibu kota. Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan tren positif di wilayah tersebut, dengan Cilacap menerima sekitar 3,16 juta wisatawan dan Banyumas 4,84 juta. KAI berencana menyesuaikan kapasitas dan layanan berdasarkan data volume penumpang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdiri dari bekerja, pendidikan, dan wisata.