PT Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal Bandara Internasional Lombok meluncurkan program pemberdayaan masyarakat bernama Galeri Mina Tenun di Desa Sukarara, Lombok Tengah. Program ini bertujuan memperkuat ekonomi perempuan penenun sekaligus mengatasi tantangan akses air bersih di wilayah tersebut.
Sebelumnya, para penenun hanya menerima upah sekitar Rp25.000 per lembar kain dan bergantung pada pengepul. Melalui Galeri Mina Tenun, mereka kini mendapat akses bahan baku, alat tenun, serta pemasaran yang menjamin pembayaran setelah produksi selesai, sehingga penghasilan bisa mencapai minimal Rp750.000 per lembar.
Selain aspek ekonomi, program ini menghadirkan inovasi alat tenun bukan mesin (ATBM) yang dimodifikasi untuk menghasilkan energi listrik dari gerakan menenun. Energi tersebut digunakan untuk mengoperasikan pompa air dan sistem filtrasi, didukung PLTB dan PLTS, guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi kekeringan.
Pertamina Patra Niaga berharap program Mina Tenun dapat menjadi model inovasi sosial berbasis potensi lokal yang mengintegrasikan pelestarian budaya, peningkatan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.