Permasalahan pelayanan wisatawan di Bali, termasuk wacana seleksi wisatawan dan boikot, dikhawatirkan menurunkan minat kunjungan, terutama wisatawan domestik. Pakar pariwisata Sari Lenggogeni menekankan bahwa keputusan berkunjung tidak hanya dipengaruhi daya tarik destinasi, tetapi juga faktor emosional, persepsi risiko, citra destinasi, dan pengalaman berwisata. Ia menilai wacana seleksi wisatawan masih perlu dikaji lebih lanjut karena belum jelas apakah akan diterapkan. Pengelola destinasi di Bali disarankan fokus memulihkan persepsi publik agar wisatawan domestik dan mancanegara tetap merasa diterima.