Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mendekati Rp18.000/US$ pada perdagangan Senin (28/9/2026). Data Bloomberg menunjukkan rupiah melemah 0,46% ke Rp17.975/US$, sementara di pasar NDF melemah 0,24% ke Rp17.997/US$. Airlangga menyatakan pemerintah akan terus memonitor kondisi nilai tukar dan menggenjot ekspor untuk meningkatkan devisa negara. Presiden Prabowo Subianto juga mengarahkan para pembantu untuk menjaga stabilitas makro ekonomi dan situasi keseluruhan, termasuk nilai tukar rupiah.