Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 75 poin atau 0,42 persen menjadi Rp17.978 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.903. Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan AS di Selat Hormuz, setelah delapan anggota Korps Marinir AS terluka akibat rudal jelajah antikapal Iran menghantam kapal yang mereka operasikan.
Iran disebut tidak akan melunakkan syaratnya untuk membuka kembali Selat Hormuz, dengan menuntut Washington mencabut blokade angkatan laut, melonggarkan tekanan militer, menghapus sanksi penjualan minyak Iran, serta menyetujui gencatan senjata. Iran tetap berkomitmen pada syarat tersebut meski Presiden Trump menolaknya.
Selain faktor geopolitik, pasar juga menanti rilis data ekonomi AS yang padat pekan ini, termasuk inflasi PCE pada Rabu, ISM Manufacturing PMI pada Kamis, dan laporan Nonfarm Payrolls pada Jumat. Data-data tersebut diperkirakan akan membentuk ekspektasi pasar menjelang pertemuan The Fed bulan depan.
Kurs JISDOR Bank Indonesia juga tercatat melemah ke level Rp17.965 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.917.