Wanti-wanti Dolar AS Menguat, Bos BI Beber Strategi Jaga Rupiah

Senin, 28 September 2026 pukul 15.50
Wanti-wanti Dolar AS Menguat, Bos BI Beber Strategi Jaga Rupiah

Sumber Berita Asli

CNN Indonesia | Berita Terbaru, Terkini Indonesia, Dunia

Baca di Website Asli ↗
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti memperingatkan bahwa penguatan dolar AS masih menjadi tantangan bagi perekonomian Indonesia, dipicu oleh suku bunga tinggi The Fed dan inflasi global. The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke level 3,75-4 persen, dan diperkirakan akan kembali naik pada kuartal IV 2026. Inflasi global tercatat 4,6 persen, sementara harga minyak mentah melonjak menjadi US$125,53 per barel pada 24 September 2026 akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi global tersebut berdampak pada neraca pembayaran dan stabilitas nilai tukar rupiah, sehingga BI mengarahkan kebijakan moneter yang lebih berorientasi pada stabilitas sambil tetap mendukung pertumbuhan ekonomi. BI mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen dengan pertimbangan inflasi inti sekitar 2 persen dan inflasi umum 3,19 persen yang masih terkendali. Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI akan memperkuat pengawasan lalu lintas devisa, kecukupan likuiditas melalui repo operasi moneter untuk surat berharga non-SBN bersama PT SMF mulai Oktober 2026, serta memperdalam pasar uang dan valuta asing. BI juga mendorong diversifikasi mata uang melalui Local Currency Transaction, memperkuat likuiditas renminbi dan yen, memperluas produk hedging, dan memperluas kerja sama pembayaran lintas negara. Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat ketahanan eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi dengan fenomena higher for longer.

Berita Terkait Lainnya