PTPN I mendorong optimalisasi kinerja anak perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi BUMN, dengan fokus pada perbaikan fundamental bisnis, efisiensi operasional, dan perluasan pasar. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan pengawasan terhadap PT Dasaplast Nusantara di Jepara, Jawa Tengah, yang bergerak di bidang produksi woven bag, inner, waring, dan flexible packaging.
Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, menyatakan bahwa hingga September 2026, Dasaplast Nusantara membukukan pendapatan Rp 122,8 miliar dan laba bersih Rp 7,1 miliar. Capaian ini menjadi modal untuk memperkuat pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis. Rivai menekankan bahwa optimalisasi anak perusahaan harus menyeimbangkan peningkatan pendapatan dengan pembenahan fundamental usaha, termasuk efisiensi, penguatan pasar, pengelolaan keuangan, tata kelola, dan penciptaan nilai tambah.
Rivai melakukan kunjungan kerja ke Dasaplast bersama Utusan Khusus Presiden, Glenny Kairupan, untuk meninjau operasional dan berdialog mengenai kondisi bisnis, tantangan, serta peluang pengembangan. Fokus transformasi mencakup penguatan pasar, efisiensi biaya, perbaikan keuangan, peningkatan produktivitas, dan pengembangan produk sesuai kebutuhan pasar.
Dasaplast juga menjalankan agenda strategis seperti peningkatan pendapatan, restrukturisasi utang, perbaikan likuiditas, penataan SDM, efisiensi operasional, digitalisasi, riset dan pengembangan, serta penguatan program bina lingkungan. Rivai meyakini peluang pengembangan masih terbuka melalui perluasan pasar, pengaktifan pelanggan lama, operational excellence, pengendalian limbah, digitalisasi, dan riset bahan baku.