Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengembangkan inovasi pangan lokal dengan mengolah ampas tahu menjadi keripik bernama Kamasoy. Inovasi ini berawal dari observasi mahasiswa Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Angkatan 149 terhadap ampas tahu dari pabrik setempat yang hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Proses pembuatan Kamasoy meliputi pengukusan ampas tahu, pencampuran dengan tepung tapioka dan bumbu, pembentukan adonan, pengukusan ulang, pendinginan, pengirisan tipis, pengeringan, dan penggorengan. Tantangan utama adalah pengeringan yang masih mengandalkan panas matahari, sehingga cuaca mendung dan hujan di Tomohon memperlambat proses hingga sekitar satu hari.
Produk telah diperkenalkan kepada perangkat kelurahan dan warga setempat, serta mendapat respons positif dari segi rasa. Dosen pembimbing menyarankan pengujian kandungan gizi dan perlindungan kekayaan intelektual, dengan peluang tindak lanjut melalui LPPM Unsrat.
Inovasi ini diharapkan membuka peluang pemanfaatan limbah pangan menjadi usaha bernilai ekonomi bagi masyarakat Kelurahan Kamasi I, Tomohon.