Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi menahan diri membuka program studi baru dan menggabungkan prodi serupa untuk pengelolaan yang lebih sederhana, dengan menekankan kompetensi lulusan over jumlah program.
Data Sakernas Mei 2026 menunjukkan sekitar 1,03 juta dari 7,22 juta penganggur adalah lulusan D4 hingga S3, dengan tingkat pengangguran sarjana 14,31 persen.
Para eksperta sepakat bahwa akar masalah terletak pada kurikulum yang kaku, lemahnya keterlibatan industri, dan ketidakmukaan kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja yang berubah, terutama karena dampak AI.
Solusinya meliputi reformasi kurikulum berbasis fleksibilitas lintas disiplin, peningkatan pelatihan tenaga kerja dan magang, serta perencanaan SDM jangka panjang alih-alih sekadar mereduksi jumlah prodi.